Emiel KC: “Wakil Rakyat Seharusnya Jalin Hubungan Dengan Instrumen Pemerintah di Bidang Kemaritiman”

  • Whatsapp

Kota Langsa, SAB: Calon Wali Kota Langsa dari Partai Sira Suhaimi SY atau sering disapa Emiel Kc seorang Publik Figur Milenial Kota Langsa, menanggapi tentang telah pensiunnya salah satu Armada Kapal Perang berjenis Landing Ship Tank Milik TNI-AL yaitu KRI Teluk Langsa 501
Kamis, 07-04-2022.

Ini sebuah kebanggaan kita, sebab salah satu kapal perang TNI AL adalah KRI Teluk Langsa 501 yang kini sudah diabadikan, dia adalah salah satu Kapal Perang berjenis Landing Ship Tank milik TNI – AL dan sudah lebih dari 50 tahun memperkuat jajaran persenjataan TNI – AL, ungkapnya.

Kalau dilihat dari sejarah, pada saat itu teluk langsa yang kini bernama Kuala Langsa sangat besar perannya di Asia Tenggara termasuk salah satu teluk yang srategis.

Di mana pada masa lampau (dile) teluk kuala langsa adalah tempat wara-wiri perdagangan bebas import eksport, perbengkelan kapal, pengisian bbm, air minum dan sebagainya, sebut bang Emiel KC.

Karena termasuk teluk yang sangat Strategis pada masa lampau dibaiatkanlah nama besar tersebut dikapal perang TNI – AL “KRI Teluk Langsa 501”,tuturnya.

Tapi apa daya hingga saat ini teluk langsa (Kuala Langsa) ini bagaikan sudah mati, kemana warga aceh khusus kota Langsa, kalau dilihat dari sejarah kemaritiman kita saat itu sudah jauh berkembang pesat, ungkapnya.

Jangan katakan ini semua karena terhambatnya sebuah regulasi pemerintahan, kini bukan saatnya kita harus mencari kambing hitam yang patut disalahkan.

Demi kemajauan Kota Langsa, kita sangat membutuhkan pakar, pemikir yang bisa mencari solusi untuk membangunkan kembali teluk langsa ini dari tidur panjangnya.

Label Kota Langsa dan sudah digaungkan saat ini adalah Kota jasa, kota dagang, kota transit, namun ini bagaikan kamuplase semata.

Di Jakarta, Pusat Pemerintahan Negara Republik Indonesia, kita mempunyai wakil wakil Aceh di sana, seperti Dewan Pimpinan Daerah (DPD), DPR RI dan juga Wakil kita yang ada di Provinsi Aceh DPRA, Bang Emiel meminta elite politik perwakilan Aceh di Jakarta untuk mengutamakan kepentingan Rakyat Aceh, menyelamatkan MoU Helsinki dan UUPA demi NKRI.

Siapapun orang Aceh baik yang tinggal dan bertugas di di luar Aceh, apakah itu di Pemerintahan Daerah atau Lembaga Vertikal dari Pemerintah Pusat, hingga kalangan Dunia Usaha tak boleh melupakan, bahwa otonomi khusus Aceh itu terlalu mahal harganyaā€¯ ujarnya

Kita harapkan kepada mereka kerja samanya untuk menjalin hubungan antara instrumen pemerintah dibidang kemaritiman, sebut Emiel KC.

Disisi lain Emiel Kc juga mengatakan, dalam hal ini kita sangat membutuhkan pemikir bukan sebatas orator, kita butuh para pentolan muthakhir kota langsa, para tokoh tokoh politik, juga cendikiawan, demi kemajuan Kota Langsa dan Aceh.

Kalau dilihat di sektor lain seperti hasil dari Perkebunan dan pertanian kota Langsa sangat signifikan namun d bidang kemaritiman nyaris tidak tersentuh sama sekali, ucapnya.

Dalam bincang politiknya, dengan Media ini, Calon Wali Kota Langsa dari Partai SIRA, Suhaimi SY mengatakan Motto Partai SIRA “Memenangkan hati rakyat, membangun peradaban Aceh”.

Maksud dari motto di atas adalah
Yntuk menjadi Pemimpin di Kota Langsa jangan selalu mengedepankan dan mengandalkan sisi finansialnya, tapi bagaimana caranya calon calon Pemimpin Kota Langsa ini membangkitkan kota Langsa di segala sektor termasuk di bidang kemaritiman yang belum tersentuh sama sekali, jelasnya.

Di akhir bincangnya dengan Media ini bang Emiel menuturkan petuah dari pepatah Aceh ” Beudoeh Beusigap Peusaboh Droe, Tameusaho Tapeugot Langsa.”

Wartawan Wiwin Hendra

banner 300x250

Pos terkait

banner 300x250