Anggota DPRK Aceh Barat , H. Tarmizi, SE.: “Menag Seharusnya Menciptakan Keteduhan, Bukan Sebaliknya”

  • Whatsapp
Anggota DPRK Aceh Barat Fraksi Partai Aceh, H. Tarmizi, SE.

Meulaboh, SAB: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh (DPRK) Fraksi Partai Aceh (PA) H. Tarmizi, SE. angkat bicara terkait Peryataan Menteri Agama Yaqut Cholil QoumasT terhadap Pengaturan Pengeras Suara Azan dan membuat analogi dengan membandingkan suara azan dengan riuhnya gonggongan anjing.

H. Tarmizi, SE nengatakan Seharusnya Menteri Agama Yaqut harus mampu Menciptakan suasana yang nyaman dan keteduhan bagi pemelukk agama, khususnya agama Islam apalagi Menag sendiri beragama Islam.

“Jika ada suatu kebijakan dengan tujuan kebaikan bersama seharusnya dimusyawarahkan dengan MUI serta disampaikan ke publik dengan baik, bukan dengan bahasa tendensius 9enuh dengan kebencian sehingga memancing amarah umat Islam, jelas Haji Tar.

Menurut H. Tarmizi, SE. tidak sepantasnya seorang menteri agama yang beragama Islam mengeluarkan pernyataan yang membandingkan suara Toa Masjid dengan gonggongan anjing. Oleh karena itu H. Tarmizi mendukung langkah politikus Roy Suryo yang melaporkan Menag Yaqut ke Polisi.

 

“Saya meminta kepada seluruh masyarakat untuk menghiraukan Surat Edaran Menteri Agama, Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala. Saya tidak sepakat dengan Surat Edaran Menag itu. Apalagi Aceh yang merupakan mayoritas warga muslim, sehingga aturan itu tidak penting dijalankan di Serambi Mekkah.l, tegas H. Tarmizi.

“Saya minta masyarakat Aceh untuk menghiraukan itu, Aceh daerah Syariat Islam, sehingga aturan yang dikeluarkan Menag itu sangat menyakiti warga muslim khususnya di Aceh,” kata H.Tarmizi yang kerap disapa SATAR.

Menurutnya, Aceh sudah punya aturan yang memberikan kekhususan bagi Pemerintah dan masyarakat Aceh untuk menjalankan syariat Islam yaitu di bidang ibadah, sehingga dengan keluarnya itu jelas-jelas sudah sangat berbenturan dengan aturan yang dimiliki Aceh. “Artinya sudah tepat ketika masyarakat Aceh untuk mengabaikan itu, kita Aceh punya aturan khusus untuk beribadah,”

Sebelumnya dari dulu-dulu tidak ada permasalahan terkait suara Toa di masjid sebab pihak masjid juga sudah ada aturan dalam pengerasan suara sehingga saya rasa ini bukan jadi masalah.

Saya meminta kepada pihak yang berwajib untuk dapat diproses dengan serius atas pertanyaan terkait penistaan agama yang dilakukan oleh seorang menteri agama Yaqut supaya menjadi pelajaran yang baik sehingga ke depan tidak ada lagi sikap atau kebijakan yang kontroversial dan terus menimbulkan kegaduhan, tutup nya H.. Tarmizi, SE.

Pewarta : Imam Nugroho

banner 300x250

Pos terkait

banner 300x250