Aktivis Aceh, Imam Nugroho: “Menag Kurang Kerjaan”

  • Whatsapp
Imam Nugroho, Aktivis Pemuda Aceh. Foto.

Meulaboh, SAB: Terkait surat edaran Menag yang mengatur penggunaan toa di masjid dan musalla, Ketua Umum JPA Aceh Imam Nugroho, S.E., Ak mengkritik Menteri Agama Yaqut Chalil Qoumas.

“Ini bukan masalah demokrasi, ini orang (Menag) kekurangan pekerjaan. (Menag) kayak nggak ada kerjaan lain saja yang mengurusin gini,” Kata Imam Nugroho Aktivis Pemuda Aceh

Negara nggak perlu mengatur, biarkan masyarakat mengatur kesepakatan pengurus masjid dengan warganya. “Masih banyak urusan Kementerian Agama yang lebih konkret yang harus diurus

Saya Selaku Pemuda Aceh menolak kebijakan ini menganggap aturan itu sebagai bentuk upaya menahan syiar Islam, apalagi di tambah dengan adanya penistaan agama oleh menteri agama Yaqut Menyamakan Suara Azan dengan gonggongan Anjing. Jelas “Imam Nugroho, S.E., Ak Pemuda Aceh.

Imam juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk menghiraukan Surat Edaran Menteri Agama, Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala. Saya selaku Pemuda Aceh tidak sepakat dengan Surat Edaran Menag itu. Apalagi Aceh yang merupakan mayoritas warga muslim, sehingga aturan itu tidak penting dijalankan di Serambi Mekkah, jelas Imam Nugroho,S.E.,Ak Aktivis Pemuda Aceh

Kebijakan Kemenag soal pembatasan volume suara azan dianggap tidak berpengaruh di masyarakat Aceh. Imam Nugroho mengaku selama ini volume suara azan tidak pernah dipermasalahkan masyarakat. “Selama ini kami tidak pernah menemui keluhan dari masyarakat terkait volume suara adzan,” katanya.

“Saya meminta kepada pihak yang berwajib untuk dapat memproses dengan serius atas pertanyaan terkait penistaan agama yang dilakukan oleh seorang menteri agama, supaya menjadi pelajaran yang baik sehingga ke depan tidak ada lagi sikap atau kebijakan yang kontroversi dan terus menimbun kegaduhan., tutup Pemuda Aktivis Aceh Imam Nugroho, S.E., Ak.##.

banner 300x250

Pos terkait

banner 300x250