Puting Beliung di Manyak Payed, Atap Rumah Warga Terbang

  • Whatsapp
Atap rumah Zainabon warga Alue Sentang diterbangkan angin puting beliung, Kamis 24/9.

Manyak Payed, SAB: Angin puting beliung yang terjadi pada Kamis (24/9/2020) malam menerbangkan bagian atap rumah milik Zainabon, warga Kampung Alue Sentang, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.

Selain rumah Zainabon, terdapat juga beberapa rumah warga lainnya di Kabupaten Aceh Tamiang yang mengalami kerusakan berat dan ringan. Begitu juga di kawasan Kampung Medang Ara dan Pahlawan, Kecamatan Karang Baru ikut menjadi korban kencangnya angin puting beliung.

Camat Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, Mukhtar Hadi membenarkan, salah satu rumah warga bernama Zainabon di Dusun Aman, Kampung Alue Sentang yang merupakan rumah bantuan pemerintah, bagian atapnya dihempas angin puting beliung sampai terlepas semuanya dan jatuh ke tanah.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan semua penghuni rumah selamat walaupun sempat tertimpa asbes,” kata Mukhtar Hadi, Jumat (25/9/2020).

Hal senada juga disampaikan, Datok Kampung Alue Sentang, Kecamatan Manyak Payed, Martunis, untuk sementara pihaknya akan memasangkan tenda terlebih dahulu, agar keluarga yang bersangkutan tidak terkena hujan dan panas.

“Harapan besar kami kepada dinas terkait di Pemkab Aceh Tamiang dapat mmbantu pmbuatan kembali atap rumah Zainabon,” pintanya.

Kendatipun demikian, Martunis mengemukakan, pihaknya juga akan berupaya sesegera mungkin dapat membangun kembali atap rumah warganya itu dengan konstruksi kayu sesuai kemampuan keuangan yang dimiliki.

“Rumah Zainabon adalah rumah bantuan pemerintah dan sebelumnya konstruksi atapnya rangka baja, bila kita perbaiki tidak mungkin dengan rangka baja seperti sebelumnya,” jelas Datok Martunis.

Junaidi yang akrab disapa Jhoni, warga Kampung Medang Ara, Kecamatan Karang Baru yang juga salah seorang korban angin puting beliung mengatakan, sebelum angin kencang itu terjadi terlebih dahulu disertai hujan lebat dan petir.

Saat itu, sebutnya, dirinya sedang berada di teras rumah melihat gumpalan awan dan langsung menerjang atap rumah tetangganya. Seng beterbangan di bawa angin puting beliung tersebut.

Warga lainnya, Jhoni mengaku bahwa dirinya tidak menyadari kalau atap rumahn ikut diterjang angin puting beliung.

“Karena hujan deras dan petir, saya masuk ke dalam rumah, dan melihat sudah ada air yang berembes di lantai rumah, kemudian mengecek sumber airnya ternyata atap rumahnya sudah tidak ada lagi,” ujarnya.

Pewarta: Wiwin Hendra

banner 300x250

Pos terkait

banner 300x250