Polres Langsa Ungkap Kelompok Prostitusi Online

  • Whatsapp

LANGSA – Satuan reserse kriminal (Satreskrim) Polres Langsa bertempat halaman Mapolres setempat, Selasa (11 Oktober 2021) melaksanakan Pers realese pengungkapan kasus protitusi yang dilakukan secara online oleh tersangka inisial ER dan DP warga dusun Damai Gampong Sidorejo Kec.Langsa Lama.

Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro SH, SIK, MH melalui Kasatreskrim, IPTU Krisna Nanda Aufa, S.Tr.K menyampaikan,”dalam pengrebekan itu, telah diamankan pemilik rumah, yaitu ER, 44, IRT, warga Dusun Damai Desa Sidorejo Kec. Langsa Lama Kota Langsa dan DP, 23, wiraswasta, penduduk dusun damai Desa Sidorejo Kec. Langsa Lama Kota Langsa yang berperan sebagai pengantar atau kurir dan perantara wanita.Jelasnya saat gelar konferensipers di Kapolres Langsa.

Lanjutnya,”terungkapnya jaringan ini berawal informasi dari masyarakat.
Kemudian, pada Minggu, 3 Oktober 2021 sekira pukul 19:00 anggota Satreskrim Polres Langsa melakukan penyelidikan menuju ke tempat yang dimaksud.

Setelah dilakukan penangkapan terhadap kedua tersangka sebagai muncikari, juga penyedia fasilitas dan mempromosikan jarimah zina dan turut disita barang bukti berupa uang sebesar Rp400 ribu, tiga handphone dan sepeda motor Vario dengan Nopol BL 5305 FA warna hitam.

Terbongkarnya bisnis prostitusi online tersebut saat tersangka ER menghubungi seorang laki-laki yang sebelumnya hendak memesan wanita, dan mengatakan tarif untuk melakukan hubungan seksual dengan wanita (pekerja seks) yaitu shorttime sebesar Rp400 ribu, sedangkan longtime sebesar Rp700 ribu.

Setelah disepakati harga tersebut, tersangka ER menghubungi tersangka DP untuk menghubungi wanita (pekerja seks) yang mana sebelumnya wanita (pekerja seks) telah terlebih dahulu menghubungi tersangka DP untuk meminta job dan saat laki-laki pemesan tiba di Kota Langsa.

Kemudian, tersangka DP dengan menggunakan sepeda motor jenis Honda Vario warna hitam BL 5035 FQ menjemput laki-laki pemesan tersebut menuju ke rumah tersangka ER. Lalu tersangka DP juga menjemput wanita (pekerja seks) menuju ke rumah tersangka ER.
Setelah wanita (pekerja seks) tiba di rumah, tersangka DP langsung mengarahkan wanita (pekerja seks) masuk ke dalam kamar khusus dan laki-laki pemesan harus membayar uang secara tunai terlebih dahulu sebesar Rp400 ribu.

Adapun dari hasil tersebut tersangka DP mendapat keuntungan sebesar Rp150 ribu, dan tersangka ER mendapat uang sebesar Rp100 ribu sementara wanita (pekerja seks) mendapat uang sebesar Rp150 ribu, ungkapnya.

Wiwin Hendra

banner 300x250

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *