KOTA LANGSA KEMBALI ZONA ORANYE

  • Whatsapp
M. Husin, S.Sos. MM., Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Langsa

Langsa, SAB: Hanya 19 hari Kota Langsa berada di Zonasi Merah penyebaran Covid-19, sekarang kembali ke Zonasi Oranye yang berisiko sedang.

Satgas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Kota Langsa tiada henti dalam mengedukasi sekaligus merazia tempat-tempat kerumunan untuk mencegah melebarnya Virus yang sangat kita takuti ini. Demikian disampaikan Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Langsa M. Husin, S.Sos. MM. di ruang kerjanya Kamis (9/9).

Lebih lanjut dikatakan Zonasi ini adalah hasil kerjasama kita semua dalam menekan angka positif. Satgas bekerja siang malam dengan harapan Zonasi kembali ke titik aman atau New Normal ini harapan kita semua mudah-mudahan 14 hari ke depan Kota Langsa dapat turun lagi menjadi Zona Kuning.

Kita sangat mengharapkan ke masyarakat agar patuh terhadap Protokol Kesehatan, Zonas Oranye ini bukan berarti kita sudah bebas kembali sesuka hati tanpa peduli terhadap Prokes. Kalau prokes tidak diindahkan ada kemungkinan kita kembali ke Zonasi Merah dan ini sesuatu yang tidak kita harapkan.

Menurut M. Husin yang juga Kadis Kominfo tersebut mengatakan bahwa Zonasi itu ditetapkan oleh Satgas Covid 19 Nasional sesuai laporan kasus di daerah dan bukan olahan sesuka hati BNPB Pusat tapi ada indikator-indikator tertentu yang menjadi ukuran penilaian.

Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 41 Tahun 2021 Tentang PPKM Level 3.2 dan 1 bahwa meskipun sudah berada pada Zonasi Oranye dan Level 3 penguatan 3T Yaitu Testing. Tracing dan Treatment perlu terus diterapkan. Penerapan Testing ini dgn target positif harus lebih kecil dari 10% ditingkatkan terhadap Suspek yaitu mereka yang bergejala dan juga kontak erat dites per hari.

Tracing dilakukan sampai mencapai lebih dari 15 kontak erat per kasus konfirmasi dan karantina perlu dilakukan pada yang diidentifikasi sebagai kontak erat dan harus segera diperiksa jika positif maka perlu dilakukan Isolasi.

Kemudian treatment dilakukan dengan komprehensif sesuai dengan gejala berat. Hanya pasien bergejala sedang, berat dan kritis yang perlu dirawat di Rumah Sakit. Sedang Isolasi perlu dilakukan dengan ketat untuk mencegah penularan. Demikian tutup M. Husin yg juga Dosen Ilmu Komunikasi IAIN Langsa.

Wiwin SAB

banner 300x250

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *