BPI KPNPA RI Aceh Apresiasi dan Mendukung Komitmen Kajati Aceh Tuntaskan Kasus Korupsi

  • Whatsapp

Langsa, SAB: Menanggapi pertemuan Kepala Kejaksaan Tinggi Kajati (Aceh), Muhammad Yusuf dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus), Kejaksaan Negeri Lhoksukon, serta sejumlah tim lainnya dalam rangka Pertemuan untuk membangun komitmen dalam memberantas tindak pidana korupsi.

Ketua BPI KPNPA RI Aceh Chaidir Hasballah menyatakan,”sangat mengapresiasikan dan mendukung Kejaksaan Tinggi Aceh untuk menuntaskan tindak pidana korupsi dan semoga pihaknya segera mengumumkan kepada publik hasil dari pada temuan tersebut.ucapnya pada temu Pers disekretariat DPW BPI KPNPA RI pada 01-09-2021.

Kita sebagai lembaga non pemerintah sangat mendukung langkah baik percepatan penanganan tindak pidana korupsi di Aceh, dan akan selalu memonitoring terhadap pencapaian yang telah dicapai oleh Kajati Aceh,” pungkas Chaidir.

“Tekad Kajati Aceh menggandeng BPKP dalam sejumlah kasus adalah merupakan langkah yang baik dan tepat, apalagi sampai melibatkan lembaga non pemerintahan yang sudah pasti menjadi lembaga independen, sebuah kolaborasi yang sangat kita nantikan hasilnya,” kata Chaidir.

Hari ini sudah banyak yang dihasilkan. Buah dari kerja sama tersebut, di antaranya kasus Monumen Pasai, proyek pengadaan sertifikat tanah bagi masyarakat miskin di Dinas Pertanahan Aceh tahun 2019, kemudian kasus peremajaan sawit rakyat (PSR) atau Replanting Sawit yang bersumber dari Badan Pengelolaan Keuangan Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) tahun anggaran 2019,” terangnya.

Saat ini Kajati menunggu hasil audit dari BPKP yang diduga adanya penyelewengan anggaran berimbas pada tindak pidana korupsi “kita DPW BPI PKAN RI” Mendukung sepenuhnya Kejati dan BPKP Aceh untuk menuntaskan kasus kasus yang bermuara pada tindak pidana korupsi khusuanya di Aceh untuk segera diumumkan kepada publik.

Kita juga memberi dukungan dan dorongan dorongan kepada Kajari kajari yang ada di Aceh jika ada kasus kasus yang ada tindak pidana korupsi dan juga kasus kasus lain jika itu ada, ucapnya.

“INGAT HASIL KORUPSI BUKAN REZEKI”, seru Chaidir mengakhiri.

Liputan Wiwin SAB

banner 300x250

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *