Babinsa Kodim 0104/Aceh Timur Transfer Ilmu Budidaya Maggot pada Warga

  • Whatsapp

Langsa – Mendengar kata belatung, banyak orang merasa risih dan tidak nyaman. Terlebih bila melihat belatung dalam jumlah banyak, umumnya muncul perasaan jijik. Tapi siapa sangka, belatung ternyata punya banyak manfaat. Selain berguna bagi lingkungan, belatung juga dapat menghasilkan.

Lalu, jenis belatung seperti apa yang dimaksud? Maggot atau belatung Black Soldier Fly (BSF/lalat tentara hitam), kini tengah populer di Indonesia. Maggot merupakan jenis belatung yang bisa mengurai sampah organik. Proses penguraian sampah organik dilakukan oleh belatung berwarna cokelat kehitaman ini. 10.000 maggot dapat menguraikan satu kilogram sampah organik.

Selain bermanfaat untuk menguraikan sampah organik, maggot dewasa bisa dijadikan pakan ternak. Maggot menjadi makanan kesukaan beberapa hewan ternak seperti ayam, bebek, unggas, ikan, bahkan burung.

Untuk itu, Kodim 0104/Aceh Timur melalui Babinsanya menunjukkan kepedulian terhadap seluruh lapisan masyarakat, dalam cara mengurangi sampah-sampah rumah tangga.

Kali ini, Babinsa Kodim 0104/Atim Serda Amran dan Koptu Rejeki Fajar menularkan pengetahuan nya tentang budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) atau Lalat Tentara Hitam untuk warga binaan di Gampong Batee Puteh, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Selasa (24-08-2021).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 10 peserta dikarenakan menghindari kerumunan dimasa Pandemi Covid-19. Dalam pelaksanaannya juga tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak.

Pada kegiatan ini, Serda Amran menjelaskan bahwa, pelatihan ini merupakan salah satu upaya untuk mengurangi sampah organik yang berasal dari rumah tangga.

Ia menjelaskan kepada para peserta, untuk tahap persiapan pembudidayaan maggot adalah pembuatan kandang maggot yang meliputi kandang budidaya dan kandang kawin. Bahan pembuatan kandang maggot adalah kayu atau bambu. Kemudian ditata dan dihias sedemikian rupa. Setelah kandang selesai dibangun, larva-larva maggot ditempatkan di kandang budidaya,” terang Amran.

Menurut Amran, makanan maggot adalah sampah organik atau sampah dapur yang didapatkan dari rumah-rumah warga di seputaran budidaya Maggot tersebut, kemudian seluruh sampah yang dikumpulkan dicacah hingga halus untuk mempermudah maggot mencerna makanannya.

“Selama fase maggot, makanan harus disediakan setiap hari. Pada fase pertumbuhannya, larva akan berubah menjadi pupa. Pupa ini dikumpulkan dan diletakkan pada kandang kawin yang telah disediakan hingga pupa menetas menjadi lalat BSF yang kemudian akan kawin dan bertelur. Telur-telur lalat dikumpulkan di kandang budidaya hingga menetas menjadi Maggot dan kemudian diproses seperti tahap awal pembudidayaan,” terangnya.

Pembudidayaan maggot diharapkan dapat berkembang menjadi sebuah usaha yang kemudian akan dikelola oleh pemuda-pemuda di Gampong Batee Puteh ini di kemudian hari. Karena selain mendapatkan ilmu baru mengenai pembudidayaan Maggot, pemuda-pemuda Gampong Batee Puteh dapat belajar untuk mengelola sebuah kewirausahaan dengan lebih baik.

Selain budidaya maggot, masyarakat juga bisa belajar tentang budidaya ikan lele dengan sistem Bioflok yang akan diajarkan oleh Sertu Darlianto dilokasi peternakan ini,” tandasnya.

Pewarta: Wiwin Hendra

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *