Calon Walikota Langsa, Bang Emiel KC Soroti Kekosongan Wakil Gubernur Aceh

  • Whatsapp

Langsa, SAB: Suhaimi SY yang sering disapa Bang Emil KC salah seorang bakal calon Walikota Langsa dan juga seorang politikus handal menyoroti perihal masih kosongnya jabatan Wakil Gubernur Aceh yang sudah ditinggalkan oleh Ir. Nova Iriansyah, MT. karena  sudah dilantik menjadi Gubernur Aceh Definitif sisa masa jabatan 2020-2022 oleh Mendagri pada 5 November 2020 lalu.

“Dengan dilantiknya Ir. Nova Iriansyah menjadi Gubernur maka jabatan Wakil Gubernur Aceh menjadi kosong.  Tentu saja hal ini menjadi perbincangan hangat baik di kalangan masyarakat maupun elit politik’, kata Bang Emiel KC.

Menurut Bang Emiel seharusnya pihak Parpol Pengusung dan DPR Aceh serta Gubernur Nova segera melakukan koordinasi untuk segera dilakukan pemilihan Wakil Gubernur oleh DPRA.

“Sesuai pasal 176 UU No. 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah,  dalam hal Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota berhenti karena meninggal dunia, permintaan sendiri, atau diberhentikan, pengisian Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota dilakukan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD Provinsi atau DPRD Kabupaten / Kota berdasarkan usulan dari Partai Politik atau gabungan Partai Politik pengusung”, jelas Bang Emiel KC.

Dalam hal kriteria Calon Wagub Bang Emiel menyarankan agar dipilih orang yang siap pakai dan sudah terbukti mampu bekerja. Mengingat masa jabatan hanya tersisa lebih kurang 2 tahun.

Bang Emiel KC merujuk pada ucapan Ketua Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawasan Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI)  Provinsi Aceh Chaidir Hasballah yang mengatakan bahwa pentingnya menunjuk figur yang memiliki kemampuan siap pakai sebagai Wakil Gubernur pengganti. Karena dimasa jabatannya sesingkat itu tidak waktu lagi waktu untuk melakukan eksperimen atau coba-coba. Apalagi menempatkan figur yang hanya sekedar mengejar jabatan untuk magang sebagai Wakil Gubernur.

Menurut Bang Emiel KC apabila posisi Wakil Gubernur Aceh terus dibiarkan maka isu di seantero Aceh tentang fenomena  adanya kesengajaan agar Wakil Gubernur Aceh dibiarkan kosong sehingga terwujudlah pimpinan tunggal di Aceh hingga akhir 2022. Ini akan sangat tidak membangun dan kontra produktif bagi rakyat.

Bang Emiel KC menyebutkan hal ini juga pernah dikatakan oleh salah satu pengamat Aceh Muhajir Juli pada beberapa hari yang lalu, beliau mengatakan ikhtiar mewujudkan pemimpin tunggal di Aceh merupakan bentuk pengkhianatan terhadap rakyat Aceh .

Bang Emiel KC menambahkan Lembaga Legislatif dan Parpol pengusung, serta Gubernur Aceh  bisa mengambil suatu keputusan cepat tentang siapa yang akan mendampingi Gubernur Aceh dalam menjalankan roda pemerintahan Provinsi Aceh hingga Tahun 2022.

“Jangan sampai Gubernur Aceh tidak mempunyai Wakil karena saat ini sosok figur Wakil Gubernur Aceh yang berpengalaman sangat dibutuhkan. Mengingat begitu banyak program dan janji kampanye yang belum berjalan. Lihatlah pengangguran sangat tinggi, kemiskinan di mana-mana dihampir setiap daerah diwilayah Aceh, pandemi dampak Covid-19 yang tak kunjung berakhir  dan berbagai persoalan lain.  Bila tidak ada Wakil Gubernur maka beban yang begitu berat tidak akan mampu dijalankan oleh Gubernur Nova sendirian”, ujar Bang Emiel KC serius sambil menutup statementnya.

Pewarta: Wiwin Hendra

 

 

 

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 300x250