Cabut Laporan Polisi, Geuchik Suak Pante Breuh dan Rusdi Berdamai

  • Whatsapp

Meulaboh, SAB : Geuchik Suak Pante Breuh, Rahmat telah mencabut laporan polisi terhadap Rusdi N dalam kasus pencemaran nama baik terkait BLT (Bantuan Langsung Tunai)  yang bersumbet dari dana desa.

Perkara tersebut dicabut karena Geuchik sepakat berdamai setelah difasilitasi oleh Camat Sama Tiga Murdhani, S.H,.

Acara perdamaian dilakukan pada hari Jumat tanggal 02 Oktober 2020 bertempat di auala Kantor Camat Samatiga  yang  dihadiri oleh Rusdi N yang di dampingi oleh kuasa hukumnya dari LBH Banda Aceh dan KPW SMuR Aceh Barat selaku lembaga yang mengadvokasi kasus tersebut, serta masyarakat Desa Suak pante Breuh dan pihak pelapor yaitu Rahmat selaku Geuchik Suak Pante Breuh yang di dampingi oleh beberapa aparatur desa.

Acara tersebut juga dihadiri beberapa tokoh seperti, Ketua MAA, Asisten 1 Bupati Aceh Abarat, Wakil ketua TP2D Aceh Barat, ketua DPC ABDESI aceh barat serta pihak dari Polsek Sama Tiga.

Aulianda Wafisa selaku kuasa hukum Rusdi dari LBH Banda Aceh mengatakan, ia mengatakan inisiasi yang dilakukan oleh  Camat sangat bagus dan sangat mengapresiasinya karena kasus tersebut  seharusnya bisa diselesaikan oleh desa maupun pihak kecamatan tanpa harus melalui proses  hukum di kepolisian.

Selain itu Aulianda juga menambahkan, semestinya yang menjadi perhatian dalam permasalahan tersebut adalah kasus dugaan penyelewengan BLT Dana Desa yang ada di desa Suak Pante Breuh tersebut dan pihak kepolisian harus mengusut lebih lanjut terkait hal itu yang disampaikan pada rapat forum desa yang pernah dilakukan di desa tersebut Agustus lalu.

Aulianda Wafisa selaku ketua harian kantor LBH Banda Aceh juga berharap, kasus tersebut bisa menjadi pelajaran bagi kepala desa Suak Pante Breuh dan kepala desa lainnya yang ada di Aceh Barat agar ketika ada kritik ataupun pertanyaan yang diberikan oleh masyarakat jangan diadukan pada pihak kepolisian, serta menjadi pelajaran penting bagi kepala desa untuk tidak bersikap otoriter terhadap masyarakat.

” Kita berharap kepala desa bisa menjadi pelajaran jangan sedikit ada kritik dan pertanyaan oleh masyarakat langsung di adukan kepolisi, saya fikir ini juga menjadi pelajaran pentinglah buat kepala desa jadi jangan terlalu otoriter begitu dengan apa yang dilakukan oleh masyarakat,” ucap Aulianda.

Terkait langkah kedepan Aulianda juga mengatakan, pihak LBH Banda Aceh kembali mengadvokasi terkait dugaan penyelewengan BLT Dana Desa tersebut, dikarenakan kasus ini menyangkut transparansi dana desa.

“Selanjutnya kita akan kembali melakukan advokasi soal penyelewengan dana BLT itu, karna ini menyangkut soal transparansi, soal penyalahgunaan dan hal lainnya yang harus diungka,” jelas Aulianda.

Pewarta: Imam Nugroho

banner 300x250

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *