Jawaban Interpelasi Ditolak DPRA, Posisi Nova Terancam

  • Whatsapp

Banda Aceh, SAB: Dewan Perwakilan Rakyat Aceh menggelar sidang rapat paripurna lanjutan tentang penyampaian jawaban dan tanggapan atas hak interpelasi terhadap Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah pada Selasa (29/9).

Mewakili Anggota Dewan, Irfannusir selaku jubir interpelasi menyampaikan tanggapan DPRA terhadap jawaban Plt Gebenur Aceh yang disampaikan pada Jumat 25 September lalu. Pada kesempatan itu  Irfannusir didampingi oleh Teuku Raja Keumangan anggota DPRA dari Fraksi Partai Golkar. Ikut hadir pada acara itu Ir. Nova Iriansyah dan Sekda Aceh dr.Taqwallah.

DPR Aceh menyatakan sama sekali tidak puas atas jawaban yang disampaikan oleh Nova Iriansyah dalam jawaban atas berbagai masalah yang dipertanyakan oleh anggota dewan dalam hak interpelasi sebelumnya.

Dewan menggungkap berbagai kesalahan dan pelanggaran regulasi (peraturan) yang dilakukan oleh Ir. Nova Iriansyah selama menjabat sebagai Plt. Gubernur. Mulai dari proyek multiyears, pengangkatan Plt Kepala ULP, dana refocusing Covid-19 dan pengangkatan Ketua MAA.

Selanjutnya DPRA  juga tidak bisa terima dengan pengangkatan penasehat khusus (Pensus) Gubernur yang dinilai tidak bermanfaat dan justru banyak  menghabiskan anggaran APBA untuk menggaji mereka. Menurut DPRA keberadaan Pensus Gubernur tidak berpengaruh pada peningkatan kinerja Pemerintah Aceh. Yang terjadi justru membebani APBA karena dianggap perbuatan pemborosan.

DPRA juga mempertanyakan alasan Pemerintah Aceh tidak bekerja sama dengan Lab. Unsyiah terkait pemeriksaan Covid. Kemudian terkait kebijakan kegiatan belajar – mengajar daring yang dianggap sangat memberatkan peserta didik di sejumlah daerah karena terkendala fasilitas dan alat belajar.

Dewan juga mempertanyakan jumlah rekening bank (Account Bank) milik Pemerintah Aceh di Bank Aceh yang jumlahnya sampai 5 rekening. Hal ini kurag lazim sebab menurut DPRA tidak ada alasan yang logis dari tindakan tersebut.

Hal baru yang cukup menarik dari sisi  integritas,   DPRA mendapatkan data surat  tentang Yunita Arafah yang berstatus tidak menikah sementara berdasarkan fakta yang diketahui publik  selama ini yang bersangkutan merupakan istri kedua Plt. Gubenur Aceh  Ir. Nova Iriansyah. Untuk diketahui Yunita Arafah tercatat sebagai ASN di sebuah universitas.

DPR Aceh menilai bahwa Nova telah melakukan pembohongan publik terkait beberapa masalah yang dipertanyakan oleh DPRA. Karena dianggap telah banyak melanggar, maka DPRA memutuskan untuk meningkatkan status interpelasi terhadap Plt. Gubenur Aceh ke tahap selanjutnya sesuai hak anggota dewan yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan.

Status selanjutnya setelah jawaban interpelasi ditolak, DPRA dapat memilih opsi Hak Angket atau Pemakzulan (Impeachment) yang akan diputuskan dalam sidang Badan Musyawarah Anggota Dewan selanjutnya. Kedua opsi tersebut akan menyebabkan posisi Nova sebagai Plt. Gubernur Aceh terancam. Mampukah Nova bertahan?.  Kita tungggu berita selanjutnya.

Pewarta : Imam Nugroho

banner 300x250

Pos terkait

banner 300x250